Pariwisata Bali pasca Covid-19

posted by admin on 08/Jun/20

Dibukanya Pariwisata di Bali

Setelah lama tidak beroperasi karena adanya wabah virus yaitu Covid-19, akhirnya Pemerintah Provinsi Bali mengambil tindakan untuk mengembalikan sektor pariwisata di Bali seperti semula. Tindakan yang diambil berupa langkah bertahap dari bulan Juni hingga Oktober 2020. Sehingga nantinya diharapkan pariwisata di Bali sudah bisa aktif beroperasi pada akhir tahun ini, dan kembali seperti semula pada 2021.

New Normal dan Pariwisata

Pulau Dewata memenuhi syarat pertama sebagai Pilot Project New Normal Pariwisata

Iyung Masruroh, 2020

New Normal merupakan salah satu upaya penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. New normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi & Pameran Kemenparekraf, Iyung Masruroh selasa (2/6/2020), Pulau Bali memenuhi syarat pertama sebagai Pilot Project New Normal pariwisata, yakni tiada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sana.

Lantas, apa kaitannya dengan berwisata di Bali?

New Normal tentunya melahirkan protokol tersendiri untuk bisa bekerja ke segala sektor baik kesehatan, sosial, dan ekonomi. Salah satu programnya yakni Cleanliness, Health, Safety (CHS).

Beberapa faktor dalam CHS antara lain pembersihan ruang dan barang publik dengan disinfektan, ketersediaan sarana mencuci tangan dengan sabun, dan tempat sampah bersih. Ada pula koordinasi antara pengelola destinasi wisata dengan Satgas Covid-19 daerah dan rumah sakit.

Upaya CHS lainnya adalah pemeriksaan suhu tubuh, wajib memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari berjabatan tangan. Ditambah penanganan terhadap pengunjung dengan gangguan kesehatan ketika beraktivitas di sebuah destinasi wisata.





Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2019 © Yasatrans - Car Renting Service | All Rights Reserved